Demichelis Sebut Arjen Robben Sebagai Pemain Berbahaya

Update Terakhir: July 10, 2014

Demichelis Sebut Arjen Robben Sebagai Pemain BerbahayaDemichelis Sebut Arjen Robben Sebagai Pemain Berbahaya – Pemain bertahan yang sudah berpengalaman itu secara khusus telah menunjuk mantan rekan satu timnya di Bayern Munich sebagai pemain yang harus diawasi, akan tetapi sang pemain sudah siap untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk bisa menghentikannya di dalam babak semi final di Piala Dunia 2014 ini.

Salah seorang pemain bertahan dari tim nasional Argentina yaitu Martin Demichelis bertujuan untuk “bisa berada di bawah kulit” dari pemain bintang tim nasional Belanda yaitu Arjen Robben pada hari Rabu malam waktu setempat di babak semi final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Demichelis – yang pernah bermain bersama dengan Robben dan juga di bawah asuhan pelatih tim nasional Belanda yaitu Louis van Gaal di Bayern Munich – yakin dan juga percaya bahwa pemain sayap tersebut bisa dihentikan jika mereka mengadopsi sebuah pendekatan fisik.

“Kami harus menjadi agresif, untuk menunjukkan semangat dari para pemain Argentina kepada Belanda – dan terutama untuk Robben.”

“Dia tidak menyukai kontak fisik, sehingga kamu harus membuatnya merasakan hal itu dan berada di di bawah kulitnya. Dia merupakan seorang fenomena dan juga itu amat sangat penting untuk mengetahui ke arah mana dia akan pergi. Akan tetapi dia itu tidak memiliki begitu banyak keunggulan, dia itu bukan seorang pejuang.”

“Oleh karena itu kamu harus menyerang dia karena semakin kamu berdiri, semakin dekat ke gawang dimana kamu membawanya dan semakin berkurangnya margin error yang kamu miliki.”

Van Gaal mengakhiri karir bermain Demichelis selama delapan tahun lamanya bersama dengan Bayern Munich, dimana pelatih baru Manchester United itu menjual dirinya ke Malaga dari mana kemudian sang pemain mengikuti pelatih Manuel Pellegrini ke Stadion Etihad, akan tetapi pemain bertahan tersebut mengatakan bahwa kepergiannya dari Jerman itu tidak ada hubungannya dengan van Gaal dan pemain yang berusia 33 tahun itu mengakui bahwa dirinya banyak belajar dari pelatih yang berasal dari Belanda tersebut.

“Saya merasa jengkel (ketika dibiarkan pergi dari skuad The Bavarians) akan tetapi saya akan selalu mengakui bahwa dia merupakan yang terbaik dari pelatih di sepak bola, untuk konsep yang dia miliki dan juga bagaimana dia memaksakan hal tersebut di dalam sebuah tim. Dia telah menunjukkan hal tersebut di dalam kompetisi Piala Dunia ini.”

“Saya tidak pergi karena dia, akan tetapi karena keputusan saya sendiri. Saya pernah melihat dia melakukan hal-hal yang berani berkali-kali. Misalnya, dia akan berada di depan skuad dan mengatakan siapa yang terbaik atau siapa yang terburuk pada saat melakukan hal yang berbeda.”

“Dia memiliki satu tekad yang nyata dalam berpikir tentang tim dan juga potensi dari konsekuensi. Saya belajar banyak dari Louis van Gaal – Demichelis Sebut Arjen Robben Sebagai Pemain Berbahaya.”